Kupat dan Lepet: Mengenal Asal Manusia

Kupat (Ketupat) hadir biasanya dengan Lepet. Tidak hanya sekedar isi yang berbeda, tetapi soal bentuk. Mereka melambangkan Lingga dan Yoni, tradisi kuno peradaban dunia. Kupat berisi beras, sebabagi yang pokok, sementara lepet berisi ketan untuk makanan tambahan penyempurna.

Kupat adalah Yoni, ibu, asal. Lazimnya berbentuk lingkaran atau semacam elips. Tentu susah membentuknya dengan janur, maka bentuk persegi adalah yang indah dan pas. Lepet adalah Lingga,benih. Maka lepet yang ideal itu ada kacangnya, itulah benih2 kehidupan.

Hari raya melalui kupat dan lepet manusia diingatkan asalnya, fitrahnya dalam kehidupan. Ada asal kehidupan ibu pertiwi, ada aneka jenis kehidupan dalam benih yang ditanamnya.

Namun seiring waktu, kupat hanya diambil isinya semata, berasnya, nasinya, hidupnya saja melalui wujud lontong. Ia berbentuk Lingga, dengan isi Yoni. banyak manusia mengejar hidupnya saja tapi lupa asalnya (yoninya).

Apa yang terjadi andai hidup ini hanya terdiri dari lontong dan lepet?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s