Kejawen Tidak Mengenal Kuwalat

Dalam konsep keyakinan masyarakat Jawa, kejawen, bahwa konsep kuwalat itu sebenarnya tidak dikenal. Pemahaman “sapa nandur, ya bakal ngunduh” itu lebih diyakini.

Mengapa? Karena orang Jawa yakin semua manusia asalnya satu, sama, punya potensi baik dan buruk. Kedua, orang Jawa yakin bahwa ada Hyang Widhi, yang “mboten sare”, tak pernah lalai mengurusi makhluknya, termasuk “tanaman2 setiap diri”.

Ketika ada semacam kasta, bahwa ada orang suci, paling dekat Tuhan, kemudian dipahami bahwa Tuhan pasti membela dengan cara membalaskan dendam orang terdekatnya.

Soal buah dari perbuatan, tidak selalu segaris, enak dibalas enak, gak enak dibalas gak enak. Bisa jadi perbuatan yang ditanam disangka baik, tetapi atas kebijaksanaan Tuhan diberi balasan yang disangkakan buruk. Padahal tanaman baik pasti dibalas baik. Masalahanya yang membalas itu Tuhan, punya standar soal baik dan buruk, yang bisa jadi berbeda sekali dengan sangkaan makhluknya.

Nah, kalau sering Adooos, kira2 apa ya balasannya?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s