Aksara Jawa, Islam dan Aji Saka

Aksara Jawa yang sekarang sudah tidak banyak dipakai oleh generasi kita saat ini sebenarnya bukan sekedar huruf atau kata, tetapi sebuah “perang budaya” untuk berdakwah dan literasi. Masuknya ajaran Islam di tanah Jawa yang khususnya pada periode walisongo tidak didakwahkan hanya melalui pengajaran agama semata, tetapi juga melakukan perubahan aksara secara mendasar. Hal ini nantinya juga menyimpan banyak tafsir secara filosofis untuk menguatkan masyarakat dalam memahami ajaran Islam sekaligus tanpa meninggalkan peradaban yang sudah baik di Jawa.

Secara garis besar perkembangan aksara Jawa dibagi ke dalam beberapa periode (J.G. de Casparis):

  • Periode aksara Pallawa (Abad 4-8 M). Aksara ini adalah turunan dari aksara Brahmi dan berakar pada Semit Utara.
  • Periode aksara Kawi Awal (abad 8-10 M). Aksara ini merupakan perkembangan dari aksara Pallawa dengan adanya perbedaan gaya penulisannya. Bentuk umumnya adalah kotak.
  • Aksara Kawi Akhir (abad 10-13 M). Ini juga tidak banyak perbedaan dari kawi awal, yang berubah adalah gaya penulisannya.
  • Aksara Majapahit. Bentuknya sudah mulai berubah, mirip aksara Jawa modern.
  • Aksara Hanacaraka atau pasca Majapahit.

Jika kita perhatikan, maka perubahan secara mendasar terjadi pada era Majapahit (khususnya akhir Majapahit) dan kemudian dilanjut pada era Demak dengan aksara Hanacaraka yang secara bertahap dibangun secara kuat. Pada puncaknya adalah era Mataram dengan kelengkapan aksara yang lebih banyak. Sebagian ahli menduga pada era perubahan itu ada unsur arab masuk dalam aksara Jawa (Soetrisno), yang menyebutkan bahwa berdasarkan bentuknya, aksara Jawa merupakan tiruan dari aksara Arab, mula-mula aksara itu berupa goresan-goresan yang mendekati bentuk persegi atau lonjong, lalu makin lama makin berkembang hingga terbentuklah aksara yang ada sekarang.

 

Bersamaan munculnya aksara Hanacaraka, muncul legenda Aji Saka. Legenda ini meyakinkan bahwa aksara Jawa Hancaraka lahir dari Aji Saka. Beberapa ahli menegaskan bahwa legenda ini tidak menjelaskan bahwa Aji Saka itu pecipta Aksara Jawa, tetapi penyempurna. Keterangan ini tentu lebih pas ketika dibandingkan dengan penjelasan periodisasi perkembangan aksara Jawa, bahwa aksara Jawa sudah lama ada, tetapi selalu mengalami perubahan.

 

Mengingat periodisasi yang mendasar terjadi pada era akhir Majapahit dan aksara Hanacaraka berkembang setelah era itu, maka dapat diduga bahwa terbentuknya Hancaraka ya pada periode itu. Meski sampai abad 18, aksara kuna dan majapahit masih ditemuan seperti pada prasasti Shingasari (1351) dan Ngadoman Salatiga (abad 18). Dengan demikian, legenda Aji Saka akan sangat tepat jika diduga hadir pada masa-masa itu untuk memperkuat adanya perubahan aksara Jawa yang mendasar tersebut. Aji Saka dari penjelasan ini dapat diduga adalah seorang Muslim yang mencoba menawarkan aksara baru (ada unsur bentuk arab), meski beberapa ahli berbeda soal itu. Ada yang menyebut Aji Saka ada di Abad 6-7, bahkan bertemu Nabi Muhammad kemudian berselisih, atau di tahun 1000-an, berkedudukan di Blora (Medhang Kamulan) dan sebagainya. Namun bagi saya penjelasan yang paling bisa sesuai dengan perkembangan aksara Jawa yang tokoh ini dihadirkan pada masa akhir Majapahit atau masa Demak. Banyak naskah tentang cerita Aji Saka muncul pada era pasca runtuhnya Majapahit.

 

Menurut saya, akhirnya:

Hanacaraka = ada aksara (baru)

Datasawala = kemudian berselisih (berbeda dengan aksara sebelumnya)

Padhajayanya = sama-sama kuat (mempengaruhi dunia literasi)

Magabathanya = pada akhirnya juga mati, menyerah dari aksara lain (ini semacam ramalan akhir dari aksara Hanacaraka yang juga terjadi pada aksara sebelumnya: Pallawa dan Kawi).

 

Lantas siapa Aji Saka itu? (insya nanti saya lanjutkan)

 

*) diramu dari dari berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s