Hoax dan Misi Kerasulan

aswaja-nusantaraSebenarnya tulisan ini pernah saya tulis di tahun 2013, namun belum pernah saya publikasikan. Dari hasil sebuah diskusi dengan beberapa kawan di Padepokan Al hady yang penuh berkah asuhan Kyai Ageng Begawan Semprul Syaifullah Munir Aminullah, saya membuat sebuah ibarat rumusan bahaya ancaman terhadap Indonesia dan sebenarnya sekaligus pada Islam (Aswaja).

Saya sebagai muslim yang hidup di Indonesia tentu boleh membuat sebuah konsep pemahaman akan keber-agamaan dan kebangsaan yang saya pahami dan yakini. Ibarat sebuah rumah, maka fondasi Indonesia sebenarnya adalah Aswaja Nuswantara yang sudah dahulu diajarkan oleh para ulama, walisanga di Nuswantara. Pilar kebangsaannya adalah Pancasila, UUD ’45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Dinding untuk mempererat pilar itu adalah pesantren, di mana di dalamnya ada kyai dan santri. Sementara atapnya, pelindung rumah adalah ilmu pengetahuan teknologi dan budi pekerti (akhlakul karimah).

Keinginan merusak rumah tersebut, mungkin langsung menyerang pilarnya tentu akan mudah ketahuan dan akan segera di lawan. Atau mencoba membongkar-bongkar fondasinya, tentu perlawanan hebat. Bisa anda saksikan ketika ideology wahaby (salafy) masuk di Indonesia menyerang fondasinya, maka rama-rame perlawananannya. Demikian pula yang mencoba-coba mengganti Pancasila dan NKRI. Secara terang-terangan. Demikian pula serangan kepada kyai dan santri juga mendapat perlawan yang kuat. Kesemua komponen itu akan sulit dilawan secara langsung.

Nah, maka serangan itu melalui atapnya. Orang yang di dalam rumah seringkali tidak terasa. Kalau bocor, dilihat, ah masih sedikit. Lama-lama kalau ada genting yang ambrol baru terasa, kalang kabut. Akhirnya lama-lama pilar-pilar ikut ambruk, dan fondasinya juga ikut terkoyak, rusak. Rumah ambruk.

Hari-hari ini, atap yang bocor dan rusak itu adalah dalam bentuk serangan HOAX. Perpaduan penggunaan teknologi informasi dan budi pekerti yang buruk menghasilkan kebocoran atap yang luar biasa. Kyai santri goyah diadu, NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45 ikut goyah. Bahkan fondasinya juga mulai ikut-ikutan poran-poranda. Begitu dahysatnya HOAX, seperti yang terjadi pada pilpres di AS, ada yang memproduksi berita hoax dengan penghasilan milyaran rupiah. Meski secara langsung tidak terbukti turut serta memenangkan Trumpt, tetapi berita Pro-Trumpt menjadi buruan paling laris, dan itu disediakan oleh penyedia berita hoax.

Memang benar apa dawuhnya Ranggawarsita, bahwa jaman memasuki jaman edan dan kerusakan, selalu ditandai dengan kerusakan moralnya dahulu, teknologi berikutnya, seperti Jawa sing kalungan wesi. Nah sebenarnya inilah misi kerasulan, penyempurnaan akhlak. Siapapun yang berjuang melawan hoax adalah mereka penerus perjuangan kerasulan Muhammad SAW, yakni li utammima makarimal akhlak (menyempurnakan akhlak). Sebaliknya mereka penyuka, penyebar dan pembuat hoax adalah musuh Rasul yang sesungguhnya.

Tahlil…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s