Tentang Sareat

(Serat Kanda Tjeta, Pupuh I, Sinom)

Yang disebut sareat, menurut umumnya, bahwa orang hidup itu harus menggunakan tata cara, menjauhi sakit, dengan hati-hati, agar selamat. Boleh bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Tetapi jika sudah bekerja ya jangan lupa, lantas tidak menjaga diri.

Karena menuruti keinginan hawa nafsu, kemudian dzalim terhadap badan, Jika sudah kena sakit, harta itu habis untuk membeli obat. Maka, harus punya perkiraan, dipikir betul, tidak gegabah, tidak melupakan kewajiban. Pengeluaran banyak sedikit itu tergantung dirimu, asal bisa menata, penghasilan besar kecil tidak berbeda. Jika pengeluaranmu lebih besar dari kebutuhanmu, tentu akan gigit jari. Namun sebaliknya, meski belanjamu kecil, tetapi memang kebutuhanmu kecil, maka itu lebih unggul. Hanya kalah “wah” saja, tetapi enaknya hati, mesti kamu menang.

Jika sudah cukup punya untuk kebutuhan rumah, lalu ganti berpikir hal yang sudah lumrah dengan tetangga kanan kiri. Resapi dalam hati, dalam bertetanga, yang baik pertimbangkan jangan sampai hatimu kalah, sebab tetangga itu adalah saudara yang ketemu siang hari.

Cintailah sesama, jangan suka mencaci, bikin perkara, nanti akan ditandai orang. Mengalahlah sedikit, jika bisa mencegah cekcok, sebab cekcok tak ada gunanya, hanya bikin hati kecewa, mengurangi rasa kasih sayang.

Kamu bisa katakan bahwa kehidupan manusia, jika rukun bikin sentosa, maka lebih baik berhati-hati, sebab jika ceckcok menggerogoti kerukunan, mengurangi kesentosaan, akhirnya rapuh hubungan. Gunakanlah empati, saling merasa. Kamu kan sudah tahu tentang kembang tepus, pinjamlah rasa orang lain, jika aku seperti dia, bagaimana rasanya. Kemudian kamu bisa mengukur, sebab manusia meski berbeda tetap mempunyai perasaan. Jika ada orang jahat, itu karena tidak ada perasaan itu (merasa seperti orang lain).

Tata krama, harus diketahui. Mengenal tata krama, itu seperti mengenal tarif kendaraan, mana yang mahal, mana yang murah. Bisa membedakan mana barang yang akan dibeli untuk pergaulan. Tata krama itu menjaga aib. Sariat agama jangan diselewengkan, diabaikan. Para nabi, wali sudah tahu, jika kalian sekarang belum bisa seperti ahli sariat, tetapi jangan sampai disebut merusak sariat. Lelakon bergaul agar bisa lestari hendaknya saling menjaga, jangan sampai iri hati, mengetahui kebutuhan yang lain. Jangan asal beda, bikin rusuh kepada teman, sanak dan saudara.

Jika semua saya uraikan sareatnya orang hidup, maka tidak pantas dan malas saya uraikan. Cukup ini dulu. Paling tidak sudah tahu tentang sareat; bisa berbuat baik dan benar, mengetahui tatacara hidup rukun dengan sesama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s