Tentang Hakikat

Serat Kanda Tjeta, Pupuh III, Kinanti

Yang disebut hakikat itu mengenal rasa sejati. Sebab rasa (yang dimiliki) manusia itu tidak berbeda dengan kue lapis, berlapis dari lapisan luar sampai dalam. Rasa di luar (lapisan luar) terasa di kulit. Bisa rasa gatal, dipukul, sumuk. Tetapi, jika kulit tersiram sirup, badan tidak merasakan manis, sebab rasa gurih, asam, manis, pahit itu ada di lidah, rasa yang di dalam yang memiliki. Namun jika rasa ingin (butuh sesuatu) yang sangat, yang terasa bukan lidah, apalagi kulit atau daging, tetapi rasa di hati.

Ya, seperti itulah jika mau mengetahui rasa, ada yang rasa diluar, ada yang di dalam seperti kuwe lapis. Semua rasa itu terkumpul menjadi satu, yakni angan-angan sukma, yang ada di pusat hati, ya atma, kumpulnya hidup. Budi, sirmu, rasamu, ada yang ditempati, tetapi ketahuilah, bahwa itu semua sejatinya adalah perintah gaib. Diterima oleh rasamu, mempengaruhi gerak raga yang kemudian melakukan aktivitas, seperti menggendong, mengangkat, bertukang, menulis dan sebagainya.

Rasa itu yang mengaturmu, tak perlu mikir, sebab sudah jelas. Jika butuhmu sudah selesai, jika makan kurang enak, kamu bisa merasakan kok. Misalnya masakan yang bumbunya kurang sedap, kurang asin, kemudian kamu minta tambah kecap, sudah jelas kan, hanya minta rasa enak dan kepenak. Turutilah rasamu, tetapi ketahuilah bahwa ada rasa di dalam hati, rasa yang nyata, rasa Hyang Mahamurni, wajib diketahui, yaitu rasa yang Suci. Sebab ada rasa yang kotor, suka bohong, mencacat orang lain, suka orang lain sedih, membenci bahkan memalukan.

Kadangkala, muncul akal yang tidak baik, membuat rugi, melakukan sesuatu yang merugikan banyak orang, itulah rasanya iblis. Galilah mana yang hanya angan-anganmu, mana yang rasa murni, cobalah rasakan bohongmu, nanti kamu akan malu sendiri. Makanya, andai kau tutup-tutupi, sebab rishi, kalau kamu berbuat jelek, apa dikira Hyang Mahasuci tidak bisa mengetahui, ternyata selalu mencatatnya.
Adanya kalanya, kamu terkadang terbongkar. Ada orang yang suka bercerita, pernah begini, pernah begitu, ternyata Gusti Allah membongkar itu semua.

Maka, siapa saja yang terjebak oleh angan-angan, pasti akan masuk dalam gelap, sebab rasa yang murni tercampur dengan nafsu jelek, kotorannya menghalangi hati murni itu. Hendaklah hatimu yang terang, akan mudah menerima wahyu dari langit, mendapat rasa yang mulya, masuk ke jantung hati. Jika hatimu suci, bening selamnya, seperti gelas Kristal yang sinarnya menerangi seantero jagad, meliputi lahir dan batin. Jika air hujan (wahyu) itu jatuh pada hati yang rusak, pasti kotorannya akan keluar, dan menjadi menggelapkan budi. Kemudian sering salah. Bukan jalannya, tetapi ditempu. Yang bagus dibilang jelek, yang jelek dikira bagus, tersesat karena karma hati.

Maka, aku berharap, siapa saja yang sudah mengetahui ini, sebisa mungkin, menghilangkan kotoran hati, jangan sampai tercampur dengan rasa iblis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s