Nyambut Gawe

Orang Jawa membuat istilah bekerja dengan “Nyambut Gawe”. Ini istilah yang umum. Jika diperhatikan, maka akan kita dapati hikmah yang baik. Pertama, istilah “Nyambut” dalam bahasa Jawa bisa diartikan meminjam. Sedangkan “gawe” adalah kerja, karya. “Nyambut Gawe” kemudian bisa diartikan sebagai “meminjam kerja”. Dalam pengertian ini, manusia Jawa diajari untuk mengingat bahwa, semua karya di alam semesta ini, termasuk karya manusia pada hakekatnya adalah karya Allah swt. Kesadaran ini begitu mendalam, tentang hakikat pekerjaan manusia. Bekerja sebagai petani, hakikatnya adalah menjalankan karya Allah swt. sebagai titah dalam mengelola pertanian. Dan berbagai pekerjaan lainnya. Pencapaian keberhasilan tentu menyadarkan pada nilai kerendahan hati, menjauhi kesombongan. Karena hanya sebagai pelaksana karya semata. Bukan pencipta karya atau yang berkarya itu sendiri. Di sisi lain, kegagalan juga menyadarkan untuk lebih mengenal keterbatasan dan kekurangan diri.

Kedua, adalah “Nyambut” yang diartikan menyambut (bahasa Indonesia). Bisa berarti menjemput, proaktif berkarya, berbuat dan berbuat. Pengertian ini mengajarkan manusia untuk selali inovatif, aktif dan kreatif. Nyambut gawe mengajarkan untuk tidak menunggu datangnya pekerjaan, menunggu kesempatan bekerja datang, tetapi harus menjemput dan menciptakan kerja itu sendiri. Dengan cara berbuat, berkarya tanpa kenal lelah.

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s