Pilkada Tidak Langsung, Apakah Pancasilais?

Pilihan langsung atau tidak? (lewat DPRD, MPR atau apalah nama lembaganya)

Pancasila sebagai dasar negara, filosofi kehidupan berbangsa tidak menyebutkan adanya demokrasi, tetapi sekali lagi sebagai filosofi lebih menekankan pada aspek filosofisnya. Sementara tataran praktisnya kemudian disebut pada UUD 1945, yaitu sistem demokrasi.

Lantas demokrasi macam apa? Pancasila sila ke-4 menggariskan secara mendasar ada 3 komponen utama, yaitu (berurutan):
1) Hikmah kebijaksanaan
2) musyawarah (permusyawaratan)
3) Perwakilan

Ketiga hal tersebut semuanya ditujukan untuk membangun kerakyatan. Atau sebaliknya, bahwa bangunan sistem kerakyatan yang dikehendaki adalah oleh hikmah kebijaksanaan, musyawarah dan perwakilan.

Sistem lewat DPRD adalah wujud perwakilan, jadi tetap saja pancasilais. Sementara sistem langsung juga berbasis kerakyatan, tentu pancasilais. Ketika sistem langsung, tentu tidak sedang musyawarah, sementara lewat DPRD tentu ada musyawarah, tetapi juga bisa voting (langsung oleh wakil rakyat).

Nah, inti dari semua itu, apakah sudah didasari atas hikmah kebijaksanaan? apakah rakyat sudah bijaksana? apakah wakil rakyat sudah bijaksana? apakah mereka memiliki hikmah yang cukup?

Apakah semua keputusan itu benar-benar dilandasi atas hikmah kebijaksanaan? ….. monggo dirasakan sendiri-sendiri..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s