Semar dan Atlantis

Tulisan ini hanya sekedar merangkai-rangkai berbagai sumber. Soal kebenarannya, jangan dituntut dulu. Lebih baik gunakan imajinasi anda saja agar lebih terasa eksotik.

 

Siapa yang tidak pernah mendengar nama Semar, bagi orang Jawa? Ia sering juga disebut, ya Semar, ya Sabdopalon, dan ya sebutan-sebutan lainnya. Dalam naskah Serat Jangka Syeh Subakir, Semar menyebutkan bahwa dirinya tinggal/menghuni di pulau Jawa sudah 9000 tahun di saat bertemu dengan Syeh Subakir utusan dari Negari Rum. Dari sumber lain, pertemuan itu bisa dikisaran tahun 1400 Masehi. Artinya Semar menempati pulau Jawa itu ya sekitar 7600 tahun. Tapi sejak kapan ia dilahirkan?

Sebuah catatan lain menyebutkan bahwa Atlantis, sebuah negeri kepulauan yang begitu maju kehidupannya dan modern pernah ada. Dan itu berakhir sekitar 9000 tahun sebelum masa Plato, sedangkan Plato dikisaran 400 SM. Artinya Atlantis itu keberadaanya di atas 9000 SM. Dalam catatan itu pula disebutkan sebab alamiah yang menenggelamkan Atlantias, yakni Tsunami (Atlantik). Cerita ini bila disinkronkan dengan catatan lain dari Sejarah Kawitane Wong Jawa lan Konung menggambarkan sekitar 9000 tahun sebelum kedatangan Kin Sheng Dhang (dari Sampit- gelombang eksodus Hainan), berarti dikisaran 9230 SM menggambarkan adanya letusan Gunung Lawu yang mengakibatkan Jawa terbagi menjadi tiga kepulauan besar, Kendheng Utara,Selatan dan pulau satunya (Jawa). Dua catatan yang satu dari Yunani dan Jawa nampaknya ada kemiripan dalam soal mengenai bencana. Ini dalam sejarah arkeologis masuk pada zaman Mesolitikum di mana manusianya hidup di gua dan berburu. Dari sisi geologis, zaman ini termasuk zaman Holosen setelah berakhirnya masa Divilium (masa Es).

 

Kembali ke Semar, jadi seperti diungkap dalam Serat Jangka Syeh Subakir dan Serat Jangka Tanah Jawi, Semar sebelum berdiam di gunung Tidar tinggal di Merbabu dan setelah itu tidak mengetahui perkembanga masyarakatnya. Bisa jadi dia ke situ mengungsi untuk menghindari peristiwa mencairnya es, di akhri zaman Divilium. Tahu-tahu kemudian sudah terjadi perubahan besar, dimana pulau Jawa sudah dikuasai oleh bangsa demit. Bisa jadi juga, Semar adalah salah satu bagian dari masayrakat Atlantsi yang digambarkan oleh Plato tadi, karena dilihat dari beberapa catatan di atas.

Bila, khayalan ini disinkronkan dengan silislah dari Babad Demak Pesisiran, Batara Guru itu urutan ke-6 (Semar merupakan saduaranya, dari sumber lain) dari Nabi Sis (ini disebut silsilah sisi kiri), sedangkan sisi kanan pada urutan yang sama adalah Sultan Barad kemudian Nabi Idris (ke-7). Artinya Semar hidup sezaman zaman ayahnya Nabi Idris (ini jika urutan umur dalam silsilah persis loh ya…). Atau sekitar itu lah. Atlantis dengan demikian ada di zaman Nabi Idris ini. Bukankah gambaran umat Nabi Idris sudah makmur, maju? Dengan perkembangan ilmu pengetahuan? Namun kemudian diturunkan masa-masa paceklik dan penderitaan. Berangsur-angsur memburuk.

Jika semar bisa demikian panjang umur saat bertemu Syeh Subakir, maka apakah dia manusia abadi?

Daripada menerka-nerka itu, lebih baik anda menonton Film Highlander saja, pertempurannya seru dan memunculkan hanya satu pemenang dan dia menjadi manusia kesepian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s