UST. JEFRY … Sudah Selesai Belajarmu

“Cukuplah kematian menjadi nasehat”. Demikian dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW, kepada kita semua.

Setiap ada kematian seseorang atau menjumpai segala sesuatu yang berkenaan dengan kematian, jadikanlah itu menjadi nasehat buat kita. Anggaplah itu nasehat dari Allah kepada kita. Maka sudah selayaknyalah, kita tidak perlu terlalu sibuk untuk mencari-cari keburukan seseorang. Darimanakah nasehat akan datang kepada kita, jika yang kita cari adalah keburukan?

Media sudah demikian banyak menyampaikan hal ihwal tentang UJE, ustad gaul, demikian dikenal oleh masyarakat. Bahkan cerita keburukan dan kebaikan demikian gamblang buat kita. Lantas dimanakah nasehat itu adanya di saat kematian UJE?

Kematian itu sendiri adalah nasehat, bahwa seorang da’i yang demikian dicintai banyak orang, berusia muda, bersuara merdu, berwajah handsome toh akhirnya dipanggil Allah SWT, melalui cara yang dikhendakiNYA. Itupun akan berlaku buat kita dengan segala kehebatan dan kelebihan yang ada pada diri kita dengan berbagai cara yang diciptakanNYA.

Dari seorang UJE, buat saya pribadi telah memberikan sebuah nasehat bahwa HIDUP ADALAH BELAJAR, belajar menjadi lebih baik. Masa muda UJE yang kelam dijadikan bahan belajar membangun dirinya yang lebih mencerahkan. Sandangan ustad yang diberikan, dijadikan UJE untuk tetap belajar menerima nasehat dari banyak orang. Itulah yang selalu disebut-sebutnya. Berkumpul dengan jamaah adalah belajar, meski dia memberikan ceramahnya. Berkumpul dengan anak muda adalah belajar, karena masa mudanya yang tidak dipenuhi dengan belajar.

Kini, UJE telah meninggalkan kita semua. Dia sudah tak lagi belajar. Kini saatnya dia menerima penilaian dari Allah Yang Mahaadil. Apapun hasilnya yang diberikan, tentu kita berharap yang terbaik buatnya. Dengan do’a-do’a yang kita panjatkan semoga Allah SWT, berkenan mengampuni segala dosanya, dimudahkan urusannya, diterima amalnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan dijauhkan dari fitnah.

Kita yang hidup ini, sama-sama belajar untuk ujian akhir atas diri kita masing-masing kelak. Sekarang bukan saatnya menilai dan kita bukan penilai yang baik.

Lahu…Al Fatihah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s