Soal Ajaran Gado-Gado

Seringkali  disebutkan (oleh mereka yang tidak setuju) bahwa acara tahlilan 3,7,40,100 dan 1000 hari dalam mendo’akan orang meninggal adalah sebagai ajaran Hindu dan kemudian diadopsi oleh umat Islam. Selalu itu-itu saja dalam membuat perbandingan. Jika toh mau nambah sederet adat istiadat yang bagi orang Hindu sendiri bisa jadi merupakan adat masyarakat, bukan ajaran agama.

Mbok sekali-kali mengajukan hal terbalik. Jika Hindu itu jauh lebih tua dari Islam, maka apa yang ada dan mirip diterapkan Islam bisa saja langsung diklaimkan kepada meniru ajaran Hindu. Ini sebenarnya pencocokan yang ngawur, tapi bolehlah untuk ngawur-ngawuran.

Begini, dalam ajaran agama Hindu, di Indonesia diputuskan Soal Dharma Dana (semacam zakat profesi/pekerjaan/penghasilan) melelaui ketetapan Mahasabha IX PHDI Nomor: IV/TAP/M.Sabha IX/ 2006 tentang Dharma Dana Nasional. Soal dalil, mereka juga punya yang bersumber dari Weda dan kitab-kitab sumber hukum lainnya. Dalam ketetapan tersebut diatur bahwa Dharma Dana dari umat Hindu adalah sebesar 2,5% (minimal). Jumlah ini kan mirip pendapat zakat profesi sebesar 2,5% (terlepas anda setuju atau tidak, nyatanya ini sudah lazim berlaku).

Darimana umat Hindu mengitungnya? Begini :

1)    Bahwa penghasilan seseorang itu dibagi ke dalam 3 kelompok besar, yaitu untuk memenuhi kebutuhan Kama, Dharma dan Artha. Selanjutnya penghasilan dibagi menjadi 3 bagian (=33,3%).

2)    Dalam Hindu ada 7 Dharma (Sila, Yajna, Tapa, Dana, Prawrjya, Diksa dan Yoga). Nah untuk Dharma Dana diperoleh hitungan 5% (pembulatan) dari 33,3% dibagi 7.

3)    Dari 5% kemudian dibagi menjadi 2, yaitu 1 bagian untuk Dharma Dana pribadi dan 1 bagian lainnya untuk memenuhi kewajiban lain misalnya untuk banjar, sosial dan bantuan lainnya, jadi Dharma Dana itu sebesar 2,5% (5/2).

4)    Pembayaran setahun sekali ketika menjelang hari raya Nyepi (tahun baru caka).

Apa ya kemudian, bisa dikatakan zakat profesi itu meniru ajaran Hindu? Jika mau membuat perbandingan ya mbok yang jeli. Jika soal kemiripan, ya bisa banyak kemiripan nantinya dengan berbagai agama lain.

Hayo……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s