NGINANG MENYAMBUT PERINGATAN MAULID

Di Solo, ada tradisi sekaten yang digelar dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Banyak diantara kita lebih tertarik pada sekatennya. Sekaten merupakan kata dari Sahadatain (dua kalimah syahadat). Para leluhur di Jawa dulu, dalam memperingati Maulid melalui grebek Maulud. Sebuah acara besar dengan berbagai macam kegiatan, dari membaca Al Qur’an, shalawat diiringi gamelan dan pertunjukan lainnya. Semua itu dilakukan demi menarik minat masyarakat lebih mengenal Islam. Dan biasanya pada saat itu akan banyak masyarakat berikrar masuk Islam, melalui syahadat. Maka disebut sekaten.

Dalam acara sekaten juga diadakan acara mengunyah kinang atau nginang. Ini dilakukan mereka yang menjadi penonton. Dengan harapan, kegiatan nginang sebagai bentuk persaksian (enang) kepada mereka yang berkirar syahadat (sekaten). Sekaligus biar tetap betah melek dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi.

 

Ada-ada saja cara leluhur kita mengajak kepada kebaikan…

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s