PASARAN (PANCAWARA) dan SISTEM PEREKONOMIAN

Jika kita mendengar kata Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon sering kali pikiran langsung merujuk pada sosok dukun, klenik atau tahayul. Karena memang tidak pernah berusaha memahami bagaimana istilah-istilah itu lazim digunakan pada mulanya.

Orang Jawa dulu membagi siklus waktu ke dalam berbagai istilah dengan ketentuan tertentu, seperti model saat ini menyebut siklus tahunan (1 tahun) itu terdiri dari 12 bulan, siklus bulanan (1 bulan) terdiri dari 30/29/28 hari. Salah satu siklus tersebut adalah siklus pasaran atau PANCAWARA (yang lebih sering disebut sebagai siklus mingguan).

Siklus pasaran ini digunakan oleh pemerintahan Jawa masa lalu dalam menata perekonomian, dimana basis kegiatan ekonomi utama adalah pasar. Pasar diciptakan sesuai dengan siklus tersebut, dimana pasar Legi berarti dikembangkan di titik sebelah timur (pusat pemerintahan), Pahing sebelah selatan, Pon sebelah barat, Wage sebelah utara, dan Kliwon di pusat pemerintahan. Dengan pembagian semacam ini diharapkan diseluruh pelosok pemerintahan muncul pusat-pusat perekonomian masyarakat dan bisa menjadi pasar besar. Keberadaan pasar-pasar lain tetap ada, namun pada hari-hari tertentu sesuai pasaran, maka para pedagang dan pembeli akan menunju dan berkonsentrasi pada satu titik.

Seiring dengan perkembangan sosial masyarakat sistem ini sudah tidak laku diterapakan. Pasar diciptakan dimana-mana, dan bisa sekehendak hati membuatnya besar. Katakanlah Mall X, tak perlu menunggu siklus (5 harian) itu untuk mereguk keuntungan besar. Setiap hari bisa diraihnya dengan berbagai strategi dan promosi. Siapa yang kuat dan mampu menarik pengunjung, maka dialah yang akan berkembang dan maju. Demikian pula, sistem kerja juga  telah menjadikan akhir pekan (sabtu dan minggu) sebagai puncak keramaian pasar-pasar.

Maka, yang terjadi saat ini adalah tak ada giliran yang direkayasa. Tak ada sistem yang tertata dan merata. Siapa yang paling mahir melakukan rekayasa maka dialah yang akan mendapat keuntungan besar dibanding lainnya, kapanpun dan di titik manapun.

Wallahu ‘Alamu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s