Suluk Galaw

Kekasih,
Semakin rasa ini mendekat
Semakin sempit mulut ini berucap
Kuhanya berharap tuk melihat,
Engkau

Kekasih,
Demikian banyak macam hajat
Demikian sedikit rupa yang kuingat
Kuhanya mampu munculkan hasrat,
Hajat

Duhai,
engkau yang selama ini kuakrabi
dalam suasana suka dan sepi
tiba-tiba lenyap meninggalkan diri,
di mana engkau kini?

Duhai,
engkau yang selama ini kuyakini
dalam jiwa ragu dan asa tinggi
tampak rapuh menyangga diri,
tak kuasakah engkau kini?

Lalu,
Sejenak kurebahkan,
di atas hamparan cakrawala
Sekejap kupejamkan,
dalam gelap tanpa api suci,
Sungguh kosong, tanpa jati diri

Lalu,
Kemana arah yang kutuju?
jika jalanpun  tak kutemu.
Kepada apakah kukembali?
jika pulangpun harus sendiri.

Guru …..
Bimbinglah diriku
Walau dalam mimpi,
Walau Melalui rasa ini,
Walau tanpa hadirmu di sini,
Walau sudah tidak seperti dulu,
Lagi…… Guru.
Sby, 19/10/2012, 20.13

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s