Generasi 5 Centi

Sepanjang sejarah akan selalu ada generasi para ahli ilmu 5 centi. Istilah tersebut untuk menunjukkan kepada mereka yang sangat ahli dalam bidang ilmu tertentu, tetapi hanya teori belaka. Ilmu dan wawasan yang demikian banyak hanya sebatas dalam otak (sepanjang kepala saja = 5 centi). Mereka tidak mempunyai pengalaman langsung dalam keilmuwan yang katanya sangat dikuasai. Bicaranya cas cis cus, seolah-olah sangat mahir dalam ilmu, tapi hanya teori belaka.
 
Banyak yang bergelar sarjana pendidikan (misalnya), tetapi tak punya pengalaman dalam bidang kependidikan, katakanlah menjadi guru, menjadi TU di sekolah atau yang berkutat soal pendidikan. Anda akan menemukan banyak permisalan dari generasi 5 centi tersebut dalam lingkungan sekitar.
 
Parahnya, inipun terjadi dalam dunia  keagamaan. Banyak dalil yang disampaikan, banyak hujjah yang diajukan, bahkan parahnya banyak vonis dialamatkan. Tapi apakah mereka benar-benar mengenal seluk beluk yang dibantah? Menguasai yang divonis? Semua hanya berdasarkan imajinasi atas dasar teori yang dikuasai, hanya 5 centi.
 
Maka, jangan heran, di negeri manapun ketika para generasi 5 centi ini menjadi pemimpin, yang terjadi hanyalah huru-hara, gegap gempita celotehan bualan dan omong kosong belaka.
 
Perhatikanlah mereka para petani yang tiap hari berlumpur, berkeringat hanya memperoleh ilmu “sedikit”, ilmu pranata mangsa, kapan saatnya menanam, kapan saatnya harus memanen. Meski itu semua bisa berubah, tetapi mereka jauh lebih memahami persoalan pertanian.
 
Lihatlah para penempuh jalan tasawuf. Mereka hanya taklid, hanya percaya kepada guru yang membimbingnya. Tapi dalam kesehariannya mereka selalu mengoreksi diri, menyucikan hati, sambil terus mencari kesejatian hakiki.
Mereka adalah yang menguasai ilmu setinggi badan. Ya setinggi badan, sepanjang jalanlah ilmu mereka. Berbekal teori yang sedikit, mereka menguasai hal yang banyak. Bisa mengecap peliknya teori, mampu mengurai kata, memahami sesama.
Maka, pada posisi di manakah kita? Sebagai generasi 5 centi atau setinggi badan???

*) Terinspirasi dari Reynald Kasali
 
 
 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s