Pelajaran dari Mata, Telinga, Hidung dan Mulut

Masih banyak pelajaran yang bisa kita gali dari tubuh sendiri, dari anggota badan kita. Kali ini saya mencoba untuk menggali pelajaran dari mata, telinga, hidung dan mulut. Marilah kita konsentrasi pada beberapa anggota badan tersebut.

 

Mata, telinga, hidung, bisa dikatakan mempunyai sedikit fungsi dengan lubang 2 (dua), sedangkan mulut, dengan 1 (satu) lubang dengan banyak fungsi. Gampangannya berkebalikan. Jika rumus ini digali sedikit lebih dalam, akan membawa kita pada sebuah pelajaran :

 

a)    Sedikit fungsi menunjukkan adanya sedikit peluang dalam mamanfaatkan anggota tubuh tersebut. Katakanlah, mata, fungsi utama ya melihat, dan nampaknya ya ini yang dominan (jika anda masih bisa menyebut fungsi lain dari itu). Telinga berfungsi mendengar, hidung berfungsi membau/mencium. Bandingkan dengan mulut yang banyak fungsi, makan, berbicara, menyanyi, bersiul, minum dan sebagainya.

 

b)    Maka jika ini dikaitkan dengan peluang, maka mata, telinga dan hidung akan mempunyai peluang kecil untuk mendapatkan dosa atau pahala. Dan pilihannya ada 2 (utama), yaitu kanan dan kiri, baik dan buruk. Dengan demikian, agar mata, telinga dan hidung berguna untuk mendapatkan kebaikan hanya satu peluang, yaitu memilih yang baik saja. Berbeda dengan mulut, meski hanya 1, tetapi dengan fungsi yang banyak dan beragam, mulut akan memberi peluang jatuh pada dosa dan kebaikan (tidak hanya baik dan buruk pilihannya). Mulut, diam, dalam konteks tertentu, akan menjadi kebaikan, tetapi konteks yang lain menjadi keburukan (berbeda bukan dengan telinga ???).

 

Pelajaran ini, mendorong manusia untuk selalu berhati-hati dengan lisannya, meski itu hanya satu tetapi fungsi yang demikian banyak akan memberi banyak pilihan dan peluang jatuh pada keburukan dan peluang meraih banyak kebaikan. Maka ingatlah rumus jumlah 2, fungsi dan peluang terbatas, sementara 1, memiliki fungsi dan peluang yang banyak. Mengendalikan yang jumlahnya 1 satu ternyata jauh lebih sulit bukan???

 

Bagaimana rumus itu, jika diterapkan pada kaki, tangan dan farji yang berada pada badan ?? (bukan kepala???), monggo dilanjutkan oleh masing-masing semoga mendapatkan hikmah yang bermanfaat…..

Wallahu ‘alamu bisshowab

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s