Buat Engkau …. Guru

buat engkau yang sebagai ustad, kyai, mursyid, guru, atau sepadannya

 

ajarkanlah kepada muridmu

bagaimana mendekat kepada Allah

bagaimana mencintai RasulNYA

 

tunjukkan kepada muridmu

jalan yang lurus kepadaNYA

jalan mengkuti RasulNYA

 

biasakanlah kepada muridmu

memuliakan ilmu dan caranya

melatih diri dan mendidiknya

 

jangan kau bersedih

ketika muridmu lebih mulia daripadamu

jangan kau cemburu

ketika cinta muridmu kepada Allah dan Rasulnya melebihi kepadamu

jangan kau halangi

ketika muridmu menguasai semua ilmumu

 

bangga dan bersukurlah

bahwa kau telah berhasil

mengajak muridmu sebagai hamba Allah yang taat

bahwa kau telah berhasil

menumbuhkan cinta muridmu kepada Rasulnya

bahwa kau telah berhasil

menjadikan muridmu sebagai ahli ilmu

bahwa kau telah berhasil

membentuk muridmu sebagai pribadi mandiri

sebagai hamba sepertimu

 

Sumber : Kitab Teles, Bab Piwulangan, Pasal Guru lan Murid

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Buat Engkau …. Guru

  1. assalamualaikum
    maaf kang oleh karnanya menurut saya sesorang guru atau mursid itu harus lebih setingkat lebih tinggi dari simurid,dalam ajaran ketuhanan yg saya ketahui dikenal jika simurid memiliki kemampuan kashaf maka guru atau mursid tersebut haruslah khasaf sul khasaf sampai hawas sul hawas atau jika tidak alim rabbani.
    guru atau mursid jika masih dalam tingkatan khasaf saja menurut saya sangat rawan untuk diikuti,karna bisa saja seorang guru atau mursyid tersebut mendapati pertanyaan yg rumit dari si murid yang berharap mendapati jawabannya dari si guru atau mursyid tsb.
    guru yg sudah mencapai tingkatan khasaf sul khasaf atau khawas sul khawas pasti dapat membimbing simurid pada jalan Tauhid yg sesungguhnya.
    salam kang ruri.

  2. salam kang putra….memang seorang guru dituntut terus belajar, di sisi lain menuntut murid terus belajar…begitulah hukumnya. tetapi derajat itu datangnya dari Allah SWT semata…oleh karenanya bisa jadi si murid memiliki derajat lebih tinggi, tetapi dalam konteks pembelajaran…maka guru tersebut sebenarnya sudah berhasil, dan itu patut bersyukur dan tak perlu malu mengakuinya…apalagi mengikuti yang lebih dekat kepada Allah swt. Wassalam….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s