Lailatul Ijtima’ (30) : Fatihahku

Fatihahku

Ini adalah dialog dalam diriku ketika membaca Surat Al Fatihah. Ini bukan tafsir, bukan juga terjemah apalagi hakikat atau intisari Al Fatihah. Tetapi sebuah proses pemahaman dengan cara menasehati diri sendiri melalui kalimah-kalimah (ayat-ayat) yang terdapat dalam surat Al Fatihah. Sebab, Al Quran adalah nasehat buat diri sendiri, semoga bermanfaat buat diri ini.

 

(1)    (Hai kamu….) Teguhlah…bersamaNYA, sadarlah atas SifatNYA yang Welas Asih (terhadapmu)

(2)    Dialah yang terpuji, (rasakan keagunganNYA) dalam mengatur alam semesta

(3)    Dia (benar-benar) welas asih (bukan?)

(—–apapun yang kamu lakukan akan ada hukumnya, akan ada akibatnya, balasannya)

(4)    Dia yang menguasai saat pembalasan itu (Dia yang menentukan itu semua)

–maka sudah selayknyalah

(5) hanya kepada DIA kamu mengabdi (dengan semua perbuatanmu) dan meminta (pertolongan untuk semua usahamu)

—tiada yang paling layak untuk kauminta, kecuali

(6) (Ya Allah) berilah kami hidayah atas jalan (hidup) yang lurus (selalu berada dalam arah menghamba kepadaMU)

(7) Jalan (hidup) tersebut merupakan jalan (yang sudah ditempuh oleh) mereka yang kauberi nikmat (hidayah)

(dan) bukan jalan (hidup yang ditempuh oleh) mereka yang tidak Engkau sukai (karena mereka sesuka hatinya sendiri) dan bukan jalan (hidup yang ditempuh oleh) mereka yang tersesat (tidak mengetahui hakikat hidup sebagai hambaMU)

 

Ya Allah…kabulkanlah permohonanku ini

 

 

 

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “Lailatul Ijtima’ (30) : Fatihahku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s