Lailatul Ijtima’ (20) : Silogisme gaya Iblis

Untuk kali ini, saya mencoba menulis secuil pembahasan tentang neraca keadilan, dari Imam Al Ghazaly. Hanya satu contoh silogisme yang saya ambil (dalam kitabnya ada 5 macam), yaitu silogisme ala iblis yang menjadi pertanda adanya kesombongan dalam diri iblis. Bagi anda yang ingin mencari versi lengkap, saya sarankan untuk membaca buku (kecil) berjudul Neraca Keadilan (sudah diterjemahkan) karya Imam Al Ghazaly (untuk judul aslinya saya tidak ingat lagi). Kalau tidak salah diterbitkan oleh Pustaka Sufi.

Dalam Al Qur’an, demikianlah pendapat Al Ghazaly, Allah sebenarnya sudah memberikan ukuran-ukuran dalam pengambilan kesimpulan yang benar dan adil. Ukuran-ukuran tersebut merupakan ukuran cara berpikir kita atas realitas atau fakta. Ukuran tersebut dapat dikenakan untuk beberapa kasus dan dijamin akan kebenarannya, karena bersumber dari Allah dan diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Silogisme (natijah dalam ilmu mantiq) atau pengambilan  kesimpulan merupakan metode untuk mengambil kesimpulan atas fakta yang didasarkan pada logika deduksi. Dalam silogisme, harus ada premis mayor dan premis minor, sehingga akan menghasilkan silogisme (kesimpulan) atas dasar premis-premis tersebut.

Imam Ghazaly mengajukan satu contoh silogisme yang batal, yakni silogisme (cara berpikir) yang diajukan oleh iblis ketika dia menolak untuk bersujud kepada Adam a.s.  Dalam surat Al A’raf ayat 12: “Allah berfirman: “Apakah yang menghalangi kamu untuk bersujud diwaktu Aku memerintahkan kamu?” Iblis menjawab: “Saya lebih baik dari dia! Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah. Di sini iblis mengajukan kesimpulan (silogisme) “bahwa dia lebih baik dari adam”. Premis mayornya adalah : api lebih baik daripada tanah. Premis minornya : adam diciptakan dari tanah. Maka, iblis yang dicipta dari api menyimpulkan, bahwa dirinya lebih baik dari adam. Iblis sudah salah dalam mengajukan premis mayornya, apakah benar dan diakui oleh umum jika api itu lebih baik dari tanah? Atas dasar apa premis tersebut bisa dibenarkan? Ketika premis mayor sudah salah, maka kesimpulan yang diambil tentu akan salah, meski premis minornya adalah benar.

Allah memerintahkan seluruh malaikat untuk bersujud, karena Allah Maha Mengetahui maksud dan tujuan dari persujudan tersebut. Sedangkan iblis sudah mempunyai penilaian dan kesimpulan yang melampaui batas pengetahuannya.

Apa hubungannya dalam kehidupan kita? Bisa jadi kita secara tidak sadar kita sering melakukan cara-cara iblis tersebut dalam mengambil sebuah kesimpulan. Misalnya “saya ini keturunan bangsawan”, maka saya pasti jauh lebih baik dari orang yang bukan bangsawan. Kesimpulan menganggap diri lebih baik hanya karena asal, keturunan, atau bangsa dan sejenisnya jelas-jelas sebuah kekeliruan yang sudah dicontohkan oleh iblis. Kesimpulan semacam itulah yang mendorong kesombongan, kekafiran. Atau contoh lain : saya ini anak kyai, tentu lebih besar peluangnya masuk surga, dan contoh-contoh lain yang bisa anda kembangkan.

Atau kita membuat kesimpulan terbalik begini :”dia orang rusia, pasti ateis dan tidak masuk surga” atau “dia orang arab, pasti hafal quran, dan pasti dia baik”, dan berbagai contoh lainnya.

Dengan kebiasan menggunakan pengambilan kesimpulan semacam ini kita akan terjerumus pada iri, buruk sangka, dan akhirnya merendahkan orang lain, di sisi lain kurang memperhatikan kekurangan diri sendiri.

Sebenarnya al Quran mengajarkan beragam neraca/silogisme yang lurus dan adil (obyektif). Kita sering terkesima dengan silogisme yang diajarkan oleh aristoteles dan para filsuf lainnya. Dari kisah nabi Ibrahim kita akan menjumpai pelajaran filsafat dan logika yang mendalam, bagaimana Ibrahim menajukan pemikiran filosofinya dan silogisme ketika mencari Tuhan, bagaimana dia membungkam namrud ketika berdebat soal kekuasaan Allah. Dan masih banyak lagi.

Semoga kita dihindarkan oelh Allah dari logika-logika sesat ala iblis.

Allahummarhamny bil qur’an…waj’alhu lyy hujjatan Ya Rabbal ‘aalamiin

Wallahu ‘alamu bisshowab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s