Hawa Sanga dan Pasa (2)

Setelah mengetahui bahwa Hawa Sanga, sebenarnya adalah 10 lobang dalam diri, pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana cara untuk mengendalikannya? (Silakan baca tulisan https://lailatulijtima.wordpress.com/2017/05/24/hawa-sanga-dan-pasa-1/) Paling tidak ada dua cara yang saya ketahui melalui simbol aksara Jawa. Karena lobangnya berjumlah 10, maka caranya ya harus bernilai 10. Dalam hal ini saya menyebut dua, yaitu: aksara LA yang memang … Lanjutkan membaca Hawa Sanga dan Pasa (2)

AKSARA JAWA, ISLAM DAN AJI SAKA #3

Memahami legenda sangat tidak mudah, apalagi kemudian dituntut kevalidan atau kebenaran dan kecocokan dengan temuan sejarah. Sebab legenda adalah kisah tutur, mengenai kejadian masa silam, yang sangat sulit melacaknya dalam kurun waktu. Termasuk memahami legenda Aji Saka. Kerumitan tersebut juga disebabkan faktor begitu ragamnya variasi legenda Aji Saka. Ada versi yang menyebutkan Aji Saka datang … Lanjutkan membaca AKSARA JAWA, ISLAM DAN AJI SAKA #3

Aksara Jawa, Islam dan Aji Saka #2

Banyak cara dan strategi yang dilakukan oleh para ulama/wali di tanah Jawa dalam menyiarkan Islam. Seperti sudah saya singgung sebelumnya adalah melalui aksara Jawa Ha-Na-Ca-Ra-Ka. Silakan baca di link berikut. https://lailatulijtima.wordpress.com/…/aksara-jawa-islam-d…/ Aksara Ha-Na-Ca-Ra-Ka muncul sekitar akhir Majapahit dan Awal Demak. Namun perlu anda ketahui juga, ada aksara lain yang juga muncul dan berkembang pada periode … Lanjutkan membaca Aksara Jawa, Islam dan Aji Saka #2

Aksara Jawa, Islam dan Aji Saka

Aksara Jawa yang sekarang sudah tidak banyak dipakai oleh generasi kita saat ini sebenarnya bukan sekedar huruf atau kata, tetapi sebuah “perang budaya” untuk berdakwah dan literasi. Masuknya ajaran Islam di tanah Jawa yang khususnya pada periode walisongo tidak didakwahkan hanya melalui pengajaran agama semata, tetapi juga melakukan perubahan aksara secara mendasar. Hal ini nantinya … Lanjutkan membaca Aksara Jawa, Islam dan Aji Saka

Belajar Mengenali Tanda Pergaulan

Para leluhur dahulu memberi bekal kepada kita untuk belajar memahami, meyakini soal tanda. Ini dapat dikatakan modal awal, yang sangat penting dalam memahami banyak situasi pergaulan dengan orang lain. Menilai orang lain melalui tanda tidaklah mudah, harus hati-hati benar. Tidak serampangan menilai orang, memberi cap, kemudian membenci orang lain. Apalagi hanya sekedar melihat yang dhahir … Lanjutkan membaca Belajar Mengenali Tanda Pergaulan

Amarah

AMARAH Tenang sungai memelihara mina Kyusuk hati menyimpan jiwa Amarah Saat mengudang ia kecil bersembunyi di balik batu menggelitik, menggoda asyik Berubah mewader, muter-muter berbaris berjajar ke sana ke mari menggoda Lalu berganti melele kadang muncul jelas suatu saat bersembunyi rapi Saatnya mengutuk membesar ia memamerkan diri kutukan demi kutukan Amarah Sidoarjo, 4 April 2017 … Lanjutkan membaca Amarah