Berbisnis Rasa Cinta dan Benci

Kasus Firts Travel dan Sindikat Saracen mengajarkan satu hal bahwa rasa benci dan cinta bisa dibisniskan, dikapitalisasi, dimoneytasi. Siapa yang tidak mencintai agama yang diyakininya. Ketika orang bersemangat beribadah umrah, sebagai wujud kecintaan dan ketaatan kepada Agama, ada pihak yang bisa menarik keuntungan dari rasa cinta ini. Di sisi lain, kebencian juga bisa diekplorasi untuk … Lanjutkan membaca Berbisnis Rasa Cinta dan Benci

Iklan

5 HARI SEKOLAH, DI JATENG PERNAH DITOLAK

Setelah saya coba telusuri ide sekolah 5 Hari, rupanya pada tahun 2015 sudah ada daerah yang menerapkan dan ditolak, meski juga ada yang setuju. Di Jawa Tengah melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 420/006752/2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Jawa Tengah, diberlakukan uji coba 5 Hari Sekolah. Ada beberapa sekolah yang menerapkan … Lanjutkan membaca 5 HARI SEKOLAH, DI JATENG PERNAH DITOLAK

5 HARI SEKOLAH, SEBUAH PENGORBANAN ANAK SUKERTA

Mengapa sih, pemerintah kesannya ngotot menerapkan sekolah 5 hari seminggu? Apa ada agenda dari pihak-pihak Nasrani dan Yahudi, agar mereka bisa leluasa beribadat di hari Sabat dan Minggu. Sementara hari Jum’at tetap masuk, sehigga umat muslima tidak ada kesempatan leluasan di hari agung itu. Ah, kenapa mikir sejauh itu? Wong yang dipikir itu, agar anak-anak … Lanjutkan membaca 5 HARI SEKOLAH, SEBUAH PENGORBANAN ANAK SUKERTA

Mengapa Jumat Kliwon?

Sebagian masyarakat hanya menganggap Jum’at Kliwon sebagai malam angker, menakutkan, penuh horor dan takhayul. Tapi sebenarnya ada muatan nilai filosofis yang dapat dijadikan inspirasi perbaikan diri. Dalam tradisi Jawa, siklus pasaran dan hari (neptu) itu selama 35 hari, artinya setiap siklus hanya ada satu neptu (hari dan pasaran). Gampangnya selama itu Jumat Kliwon terjadi sekali. … Lanjutkan membaca Mengapa Jumat Kliwon?

Mengapa Jumat Legi?

Sebagian masyarakat Jawa Timur mentradisikan ziarah ke makam tokoh, atau leluhurnya pada (malam) Jumat Legi (manis). Adakah filosofinya? Pendapat atau uraian yang saya sampaikan bukanlah penjelasan yang maha benar mutlak adanya. Ini hanyalah rekadaya saya untuk memahaminya melalui beberapa nilai yang sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jawa. Bagi masyarakat muslim, hari Jumat adalah hari … Lanjutkan membaca Mengapa Jumat Legi?

Politik dan Peradaban

Sejarah manusia umumnya dilandaskan atas catatan mengenai sebuah masyarakat tertentu, baik berupa prasasti, catatan ekspedisi, atau lainnya. Selain itu, penanda yang juga sering dipakai adalah politik, berdirinya sebuah kerajaan. Sejarah perkembangan Jawa misalnya, kita selalu sibuk membuat penandanya melalui ada tidaknya kerajaan yang berdiri. Memang, sebuah kerajaan sebagai institusi yang tertib akan memudahkan kita memahami … Lanjutkan membaca Politik dan Peradaban

Suluk Syeh Kutub

Membaca naskah (yang sudah ditransliterasi) Jawa kuno mengasyikkan saya. Salah satunya adalah membaca naskah Suluk Kutub. Suluk ini tidak diketahui penulisnya, namun ditemukan dalam Suluk Acih Ranggasasmito. Jika apa yang tertulis di naskah ini merupakan pemikiran lazim di era Islam Demak, mungkin juga akan diberangus seperti Syeh Siti Jenar yang menyatakan, “Ora Ana Pengeran, Sing … Lanjutkan membaca Suluk Syeh Kutub